2/24/07

[Iklan Info Produk] Jilbab Busana Muslim MAisZA

Sumber: http://www.jilbab-muslim.blogspot.com


Apa Kelebihan Produk MAisZA Jilbab Busana Muslim:

1. Produk MAisZA Jilbab & Busana Muslim dihasilkan oleh tenaga-tenaga terampil yang telah berpengalaman di bidang fashion busana muslim selama puluhan tahun.

2. Discount/Potongan yang besar 25% s/d 40% untuk mitra toko, menjamin keuntungan yang lebih besar untuk mitra toko *)

3. Gratis ongkos kirim produk MAisZA Jilbab & Busana Muslim ke Seluruh Indonesia *)

4. Keagenan MAisZA Jilbab & Busana Muslim bersifat eksklusif hanya dapat diperoleh di Mall/Toko yang dipilih dan ditunjuk langsung oleh MAisZA Management. Ketentuan Keagenan Khusus dapat dilihat di cara pemesanan.

5. Produk MAisZA Jilbab & Busana Muslim dapat dipesan via layanan SMS.

*) Syarat & Ketentuan dapat dilihat di cara pemesanan.

2/20/07

[Aplikasi Pareto] Find Out Your Strength!

mudah2an tulisan berikut ada manfaatnya.

Salam, @rd
Pareto 80/20: Bekerja Lebih Sedikit, Lebih banyak Menghasilkan.

Bergabunglah dengan Komunitas Ritel & Home Business (Bisnis di Rumah), kirim email ke : cikalmart-subscribe@yahoogroups.com

Dapatkan sharing info & tanya seputar Ritel & Bisnis di Rumah, kiat bisnis, kiat usaha, tips bisnis, tips usaha, peluang usaha, peluang bisnis, inspirasi bisnis, trend bisnis, etc.


@rd wrote:

Hatur nuhun abah,

Kalau saya gabung-gabungkan dengan ilmu pareto 80/20 yang saya usahakan terapkan disemua lini kehidupan saya, ternyata apa yang namanya ‘strength approach’ seperti yang abah rama bilang, itu seperti yang 20% usaha yang menghasilkan 80% hasil seperti pareto bilang.

Terkadang memang kita terlalu sibuk untuk menjadi orang lain (yang 80% itu), padahal setiap individu itu unik dan punya ke’khas’-nya masing-masing, dan jika kita bisa menggali potensi yang unik (yang 20% itu) dan fokus dengan hal yang unik dari kita tersebut, maka hasilnya adalah sebuah ide dan karya besar yang tidak satu orang pun bahkan pernah memikirkan dan melakukan sebelumnya.

Mudah-mudahan ilmu-ilmu yang abah rama populerkan di Indonesia, bisa merubah wajah Indonesia di Masa yang akan Datang.

Dan Saya adalah salah satu murid abah yang telah di’racuni’ oleh abah rama sejak duduk dibangku kuliah di bandung... hehe=> agar kita bisa menggali ‘strength’ kita dan mensiasati ‘kelemahan’ kita.

Salam hangat dari wong cilegon-banten,

Ardi.
http://www.cikalmart.com

-----Original Message-----From: Rama Royani [mailto:rama@limawira.co.id]
Sent: Wednesday, February 21, 2007 10:17 AMTo: Ardiansyah Kusumah TF97
Subject: Mimpi Ngkali Yee !!!!
Rekan, Ardiansyah Kusumah TF97 ysh
"Email yang sama ini dikirim ke lebih dari 1200 alumni plus juga ke milis TF agar mempunyai daya jangkau yang lebih luas bagi semua alumni TFITB"

Tanggal 4 januari 2007 yang lalu, saya diundang untuk menjadi Dosen tamu di Fakultas Psikologi UNAIR dan hmmmm..pantesan Ary Retmono dulu masuk psikologi !! pokoknya "semlohay" deh !! dan suasana kelasnyadiubah, dimana "Dosen tamu" berada ditengah tengah dikelilingi oleh mahasiswa/i dan juga diikutioleh 4 dosen plus ada 2 alumni [ psikoloog ] plus satu psikoloog dari UI yang hadir. Ini mungkin cerita yang pertama kalinya dilingkungan psikologi, ada Alumni ITB diundang sebagaidosen tamu, tapi kami semua sangat menikmati acara tukar pikiran yang berlangsung sekitar 4 jamplus ngobrol sampai sore setelah diajak makan siang di restoran Italia.

Mengapa mereka sampai mau mengundang saya (si Abah Rama), tentunya menarik untuk disimak.

Fakultas Psikologi UNAIR terbilang baru ketimbang tiga raksasa UI,UNPAD, GAMA yang dijadikan acuanoleh mereka, dan karena mereka merasa kecil, maka mereka berusaha "berbeda" dan rupanya mereka tahu bahwa sepuluh tahun terakhir didunia ada "gerakan" dari orang orang psikologi untuk menunaikan "dua misi psikologi" lainnya selain "mental illness" yang gara gara perang dunia keduabanyak orang sakit jiwa sehingga selama puluhan tahun ini terlupakan yaitu:

1.Misi meningkatkan Produktivitas manusia
2.Misi mengembangkan Bakat

Karena selama ini Psikologi secara tidak sengaja terlalu berfokus pada misi "penyakit mental" gara garakebutuhan pasar yang besar setelah Perang Dunia Kedua, sehingga baik bisnis maupun universitas lebih menitik beratkan upaya kearah misi pertama tersebut.Gerakan ini menamakan dirinya "Positive Psychology". Fakultas Psikologi Unair rupanya menangkap peluang ini dengan menjadi pionir dalam hal "Positive Psychology"dan mereka berharap bisa menyusul di tikungan karena baik UI , GAMA maupun UNPAD semuanya belum masuk kearea ini.

Di Area Positive Psychology ini , mereka mulai menerapkan pendekatan "Appreciative Inquiry", yang dalamperjalanannya rupanya mereka "mencium" adanya pendekatan lain yang juga Positive Psychology yaitu Gallupdan kebetulan di HR Forum Indonesia, kalau ada yang tanya soal Gallup biasanya direfer ke yang namanyaAbah Rama yang Teknik Fisika Banget itu loh![katanya sih pakar soal bakat, padahal belajarnya AC !].

Itulah alasannya saya diundang sebagai dosen tamu [ untung sudah tua dan tahu lebih dulu]karena merekaingin mendengar konsep berfikirnya Gallup maupun aplikasinya diorganisasi, dan kemarin itu merupakankuliah wajib dari mahasiswa/i PIO (Psikologi Industri dan Organisasi). Dalam acara ngobrol-ngobrol tersebut saya mengingatkan pada para dosen disana dua hal:
1.jangan terlalu keras menyuarakan istilah "psikologi positif" karena stigma ini membuat yang lain dicapsebagai "psikologi negatif", jadi lebih baik menyatakannya sebagai Psychology for Productivity.

2.tetap berada dijalur psikologi positif bahkan harus diperkuat lagi, karena itu merupakan peluang terbesarbagi mereka untuk mengungguli ke 3[tiga ] raksasa yang sedang tertidur nyaman

Sepulangnya dari sana saya mulai berpikir tentang Fisika Teknik/ Teknik Fisika yang juga "kecil"sehingga keberadaannya seringkali dipertanyakan, walaupun jelas jelas, Industri membutuhkan lulusan Teknik Fisika.Jawabannya : Kita harus berbuat sesuatu yang berbeda !!!Salah satu yang bisa saya share adalah apa yang dinamakan "Strength Approach" sesuai dengan materi yangsaya dalami.Perlu kita semua tahu bahwa didunia organisasi ada dua kubu yang memiliki perbedaan dalam pendekatan manajemennya.

Pertama yang paling besar (>95%) adalah Deficit Approach. Organisasi ini percaya bahwa manusia bisa diubah dan kalau saat ini kompetensinya belum cukup, maka dengan pelatihan,maka "Competency Gap" bisa diisi, dan saat banyak organisasi yang menggunakan manajemen berbasis kompetensi bahkandi negeri ini sebagian sudah menjadi undang undang [pegawai negeri dan pendidikan].Kedua yang masih kecil [<5%] adalah Strength Approach.Organisasi yang menggunakan pendekatan ini percaya kalau manusia sulit atau tidak bisa berubah, jadi ketimbangberusaha "Filling the Gap", carikan saja peran yang sesuai bagi ybs.
Strength Approach, selalu mengajarkan kita untuk selalu menggali kekuatan diri kita maupun orang lain untuk kemudian dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan, sedangkan Deficit Approach berpendapat bahwa pengembangan bisa dilakukan dengan cara memperbaiki kelemahan diri maupun orang lain.

Studi membuktikan bahwa apabila kita memfokuskan diri menggali dan mengembangkan kekuatan, hasilnyaakan jauh lebih baik ketimbang berusaha membuang energi, waktu dan biaya untuk memperbaiki kelemahan.Tetapi manusia pada dasarnya memang "Deficit Approach", sehingga Strength Approach mudah dikatakan tetapi sulit dilakukan.Walaupun anda setuju dengan Strength Approach, coba renungkan sikap apa yang kita nyatakan kepada Istri, pada suami,pada anak anak, pada teman, pada adik, pada kakak , pada atasan, pada bawahan, pada murid, pada guru dlsb.Kita selalu ingin memperbaiki "mereka" !!!!!.kita selalu ingin "mereka" seperti kita atau seperti mereka yang menurut kita "sukses".Kita lupa bahwa setiap orang memiliki "jalan sukses" yang berbeda dan "makna sukses" yang berbeda pula.

Salah satu masalah kalau kita ingin memperbaiki seseorang adalah, bahwa mereka tidak bisa "diperbaiki", kecualiValues, Skill dan atau Knowledgenya dan sebagian Behaviournya.Kebiasaan...? setelah terbiasa selama 16 tahun dari sejak dilahirkan, sulit sekali berubah walaupun ilmunya Steven Covey bilang Habits sebagai "second nature".Masalah lainnya adalah, seringkali komunikasi menjadi terganggu dan suasana menjadi tidak enak, padahal kalau saja masing masingberani mengakui dan menghargai kelebihan pasangannya maka komunikasi akan sangat terbuka sehingga membuka peluang sinergi [jama'ah]yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas.

Apakah suasana ini bisa diciptakan di Civitas Academika Teknik Fisika?Harus bisa !!!! asal ada kemauan dan harus mau kalau mau mempertahankan existensinya.

mmmmmhh..kalau bisa ............banyak hal yang bisa kita buat, karena TF memiliki banyak kekuatan yang belum digali.Teknik Fisika bisa menjadi kelompok yang unik karena menganut pendekatan berbasis kekuatan danbisa menjadi motor penggerak didalam usaha meningkatkan produktivitas.Saya sih sudah mulai meracuni mahasiswa yang ikut kuliah untuk selalu menggali kekuatannya masing masing,dengan harapan hal ini bisa menular dan menjadi salah satu " ciri " dari Teknik Fisika.Bukankah banyak orang yang lebih suka "diracun" ketimbang "dimadu" ??
Atau apakah ada yang punya ide lain untuk membuat kita [ TF ]berbeda dan produktif ??silahkan berbagi.

Yang pasti saat ini TF 1000 sudah mulai bergulir sebagai bagian "social responsibility" nya alumni dan kita akan terus menerus menjaga agar bola ini terus bergulirdan semakin besar dengan berbagai kegiatan gabungan.

Salam sukses
Abah Rama
Developer, Responsibility, Strategic, Belief, Connectedness
"FOKUS PADA KEKUATAN SIASATI KELEMAHAN"

2/18/07

Liputan Majalah Pengusaha: Desi Kerja di Rumah Gaji Direktur


Di Majalah Pengusaha edisi bulan februari 2007, liputan kali ini difokuskan seputar kiprah pebisnis wanita yang melakukan kegiatan usaha dan bisnis - nya di rumah : "The Mompreneur".

Di Indonesia, hal ini sebenarnya bukan fenomena baru, di hampir seluruh wilayah di Indonesia, secara kultural ibu-ibu di rumah memiliki fungsi ganda, baik selaku ibu rumah tangga juga sekaligus menjadi roda bagi perekonomian keluarga.

Skala usahanya pun beragam mulai dari skala jutaan rupiah sampai dengan milyaran rupiah. Mulai dari usaha warung makanan, usaha seluler & penjualan pulsa, usaha busana muslim, obat-obat herbal, spa, warnet, wartel, hingga menjadi penulis buku sangat mungkin diusahakan cukup dari rumah.

yang paling penting dalam memulai usaha adalah, "ide-nya", tidak pakai modal uang pun dapat dilakukan bisnis di rumah. Siapa sangka modal yang hanya 100 ribu bisa menghasilkan perputaran uang sampai puluhan bahkan ratusan juta per bulan?

Seperti halnya yang dilakukan Ibu Desi di CikalMArt (http://www.cikalmart.com), yang ditampilkan di edisi bulan februari ini di majalah pengusaha, kiprah Ibu Desi Marwati, Distributor Pulsa Elektrik- CikalMArt, yang memulai usaha dari rumah dengan modal awal hanya 100 ribu untuk pengisian pulsa elektrik, kini memiliki beberapa pelanggan agen-agen penjualan pulsa elektrik di seluruh indonesia dan mengelola perputaran uang sampai puluhan juta hanya dari sebuah rumah.

Ada juga profil ibu lainnya yang cukup sukses melakukan usaha di mulai dari rumah, seperti Dr.Yati Utoyo dengan Leha-Leha Pusat Kecantikan, ada Ibu Suharti Syarief produsen busana muslim dengan merek Sabila, Ibu Fatmah Bahalwan yang merintis bisnis katering juga dari dapur rumahnya, kini dikenal dengan Natural Catering dan komunitas mailing list (milist) yang ia kelola, Natural Cooking Club (NCC), kini beranggotakan lebih dari 3000 member.

Anda tertarik juga ingin berusaha sendiri di rumah?

Berikut adalah beberapa tips atau kiat sukses menjadi pebisnis di rumah (Summary Tips: Idea-Systems-Marketing-Brandwidth-Social) :

1. Temukan 'ide' yang unik.

Anugerah terbesar dalam diri kita adalah keunikan diri kita masing-masing, kadangkala kita terlalu sibuk menjadi orang lain. Ada baiknya cari minat dan bakat yang benar-benar anda kuasai dan menjadi bagian yang sangat unik dari anda, jika diperlukan bahkan tidak ada satu orang pun yang dapat menyamai keunikan ide anda.

2. Kuasai 'Sistem' Produk.

Setelah menemukan ide yang unik tadi, perbanyaklah mengetahui tentang selak beluk produk yang akan dijual tadi. Mulai dari sumber bahan/supplier/vendor/dll, jenis-jenis produk-nya, berbagai karakteristik produk-nya, mencari 'added value' sebuah produk yang tidak ditemukan dari kompetitor (jika produk ada kompetitor-nya), sampai dengan sistem distribusi produk-nya seperti apa.

3. 'Pemasaran'

Gunakan berbagai cara pemasaran yang relatif terjangkau dan cukup efektif untuk mendapatkan banyak pelanggan-pelanggan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat sebuah website dengan kategori yang sangat unik, sehingga pada saat orang membutuhkan sesuatu yang anda jual, website anda masuk ke peringkat 1 (satu) dan dua (dua) dalam pencarian di situs-situs (website) search engine seperti google dan yahoo. Cara ini sangat efektif dan relatif murah, hanya dengan modal 200 rb-an anda sudah bisa mendapatkan domain (alamat website) & hosting (isi website). Dengan website anda seperti memiliki toko (secara online) yang buka selama 24 jam setiap hari setiap bulan sepanjang tahun, dengan demikian usaha anda bisa dikenal oleh banyak orang tanpa anda sadari sendiri.

4. 'Brandwidth' (Membangun Merek/Nama)

Setelah pemasaran cukup efektif, usaha lainnya yang perlu dilakukan secara kontinu dan konsisten adalah membangun kepercayaan atas produk yang anda jual, bagaimana orang lain dapat percaya dengan apa yang anda jual dan bagaimana orang lain dapat melakukan pembelian secara kontinu dengan volume yang semakin meningkat. Untuk tahap awal, coba buat sample atau contoh produk yang anda jual, setelah pelanggan melakukan pembayaran baik langsung maupun via transfer Bank, segeralah untuk memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Kesan pertama, sangat penting untuk bisa dipercaya oleh pelanggan anda, jika kesan pertama baik, maka 99% pelanggan akan melakukan transaksi berikutnya, begitu pun sebaliknya jika kesan pertama jelek maka 99% pelanggan tidak akan melakukan transaksi berikutnya.

5. Community 'Social' Responsibility (Aksi 'Sosial' di Masyarakat)

Bisnis tidak melulu hanya sekedar mengejar margin/keuntungan yang besar setiap harinya, bisnis perlu juga diimbangi dengan kegiatan-kegiatan sosial, seperti membantu tetangga kanan-kiri kita yang sedang mengalami kesulitan, memperbanyak amal/sumbangan terhadap kegiatan-kegiatan memberdayakan umat, perbanyak kegiatan-kegiatan silaturahmi, seperti menjenguk teman lama yang melahirkan, menjenguk tetangga yang sakit, menghadiri acara resepsi pernikahan teman lama, dll. Terkadang hal-hal kecil seperti ini berdampak besar kepada kemajuan usaha anda tanpa anda sadari sendiri, ada 'tangan' lain yang membantu usaha anda.

Jadi tidak ada yang tidak mungkin bukan? 100 ribu bisa menjadi 50 juta atau bahkan milyaran.

Selamat berusaha dirumah!

@rd

Pareto 80/20: Bekerja Lebih Sedikit, Lebih banyak Menghasilkan.

Bergabunglah dengan Komunitas Ritel & Home Business (Bisnis di Rumah), kirim email ke : cikalmart-subscribe@yahoogroups.com

Dapatkan sharing info & tanya seputar Ritel & Bisnis di Rumah, kiat bisnis, kiat usaha, tips bisnis, tips usaha, peluang usaha, peluang bisnis, inspirasi bisnis, trend bisnis, etc.

2/15/07

[Inspirasi] Bisnis Migas di Indonesia

Saya jadi ingat dengan p'taufan,
jadi tidak ada yang ga mungkin kan?5 juta => jadi US$ 92 juta

Bisnis Migas di Indonesia masih banyak dikuasai oleh para pemain asing, seperti di sektor hulu (pengeboran minyak mentah) ada Chevron (dulu caltex di riau & unocal di kalimantan timur), ada BP (di west java, dan sekarang di LNG tangguh, Papua), ada Total Indonesie ( dikalimantan timur), Vico (di kalimantan timur), sekarang tambah masuk dari china seperti Petrochina (disumatera bagian selatan), CNOOC (china national oil corporate), Amerada Hess (dijawa timur), ConocoPhillips (di Natuna, Kep.Riau), Exxonmobil (diaceh & cepu), ENI (corporate dari italy, dikaltim), PremierOil (British, di Natuna)...

di hilir memang tidak terlalu banyak, ada Shell & Petronas.
sektor oli, nyaris dikepung oleh produk-produk dari BP (Castrol), Total (Esso), Chevron/Caltex(Havoline, CMIIW), Top One (USA, CMIIW), Shell, etc.

sektor hulu kita hanya punya Pertamina, MedcoEnergi, yang bisa dibanggakan. Pemain baru seperti EMP (Energi Mega Persada), bakrie groups, masih harus banyak belajar dan berhati-hati, karena bisnis di MIGAS, high risk, kasus lapindo adalah contoh kasus-nya.

sektor hilir, kita sudah terbiasa dengan POM bensin Pertamina, kini sudah ada Shell dan Petronas.

Oli kita hanya punya Oli Pertamina. selain itu, industri/bisnis pendukung disektor migas ini cukup banyak, ada supplier/vendor equipment & material, ada engineering consultant, EPC (engineering, procurement & construction) Contractor, ada Fabrikator, bahkan industri jasa SDM pun bermunculan disektor ini ada Man Power Supply (MPS), catering, Maintenance Services, Transportation Services

Jadi? Apakah kita mau menjadi penonton selama-nya?


@rd.


source: http://www.swa.co.id/swamajalah
Perjodohan yang Sukses di Bisnis Migas
Kamis, 01 Februari 2007 Oleh : Eva Martha Rahayu
Bermula dari usaha distributor oli di garasi rumah dengan modal pinjaman Rp 5 juta, Dewo-Agus berhasil menggelindingkan bisnis migas beromset US$ 92 juta lebih.

Bagaimana lika-likunya? Ibarat pasangan suami-istri yang mampu memadukan kekuatan masing-masing, perjodohan antara Pramono Dewo dan Agus Riyanto dalam berbisnis sukses melambungkan Djava Energy. Holding lima perusahaan yang mereka kibarkan akhir 2005 itu mampu membukukan omset di atas US$ 92 juta/tahun atau setara Rp 837,2 miliar (kurs Rp 9.100/US$) dan menghidupi 500 karyawan.

Pramono Dewo sebenarnya telah menggeluti dunia bisnis selama 10 tahun lebih. Ceritanya diawali pada 1993. "Saat itu saya buka usaha distributor oli di garasi rumah orang tua dengan bendera PT Natura Bina Mitra. Modalnya hanya Rp 5 juta dan dibantu seorang karyawan," tutur Dewo, sapaan akrabnya. Boleh dikata ia cukup berani melakukan debut bisnisnya kala itu mengingat ia masih berstatus sebagai profesional di PT Hyundai Heavy Industries (1991-97).

Di perusahaan asing asal Korea Selatan yang membidangi pembuatan rig lepas pantai ini, jabatan terakhirnya adalah vice president. Beruntunglah, Dewo bisa membagi waktu antara perannya sebagai wirausaha dan karyawan. Alhasil, dua peran yang berlawanan itu bisa ia lakoni hingga empat tahun. "Saya berani nyambi karena ingin mengembangkan diri. Sebab, jika saya hanya berpikir jadi karyawan, bisa-bisa jadi karyawan abadi. Apalagi, perusahaan Korea terkenal pelit, licik dan keras.

Tapi, perusahaan tersebut mengajarkan banyak hal kepada saya, terutama soal kedisiplinan," ungkap pria kelahiran Jakarta, 30 Juni 1967, itu.Seiring dengan perputaran waktu, Natura yang semula menekuni bisnis distributor oli Conoco belakangan lebih mantap menggarap bisnis jasa pendukung minyak bumi dan gas, antara lain pengadaan SDM migas, pipa atau security. Nah, tak puas dengan punya satu perusahaan, 9 tahun kemudian (2002) Dewo membidani kelahiran PT Gas Petroleum Niaganusantara. Gas Petroleum bergerak di transportasi industri perminyakan, seperti truk, tangki dan alat berat. Gas Petroleum ditangani Dewo lebih serius karena ia tidak merangkap lagi sebagai eksekutif perusahaan asing asal Kor-Sel itu.

Rupanya, tanpa disadari Dewo, dalam menapaki hari-hari bisnisnya yang sibuk, ada relasinya yang satu visi dan misi dengannya. Sosok itu adalah Agus Riyanto, pengusaha yang berkecimpung di dunia perminyakan hilir di bawah payung PT Petrolube Niaga Andalas.

"Visi kami membentuk perusahaan energi yang punya reputasi tinggi, komitmen dan reliable," kata Agus, kelahiran Jakarta, 36 tahun lalu. Sementara itu, misi yang mereka emban adalah memiliki organisasi bisnis yang mampu menerjemahkan visi dan disesuaikan dengan kondisi pasar.Tak dinyana, pertemuan keduanya di Singapura itulah yang menjadi tonggak bersejarah menandai niat mereka untuk sepakat menggelindingkan perusahaan baru di bidang migas pula.

Dari perkawinan bisnis Dewo-Agus itulah, lahir dua perusahaan anyar. PT Petromine Energy Trading (Petromine Jakarta) yang berkedudukan di Jakarta lebih dulu ditetaskan, tahun 2005. Perusahaan ini berkutat dalam bisnis perdagangan minyak mentah. "Mungkin Petromine ini perusahaan perdagangan minyak mentah terbesar kedua yang dimiliki orang Indonesia," ujar Dewo mengklaim dengan bangga. Lalu, lahir anak usaha kedua dari hasil perkawinan tadi, yaitu Petromine Energy Trading Pte. Ltd. (Petromine Singapore), di Singapura. "Nah, untuk mewadahi tiga anak perusahaan yang kami miliki sebelum merger sekaligus dengan dua perusahaan baru pascamerger, kami setuju membentuk holding dengan label Djava Energy pada akhir 2005,"

Agus menambahkan.Duet Dewo-Agus merupakan pasangan bisnis yang klop. Dewo dikenal sebagai orang yang lama di bisnis hulu migas (upstream), sedangkan Agus lebih banyak bermain di hilir (downstream). Pembagian tugas keduanya pun saling melengkapi. Dewo yang dipercaya sebagai CEO lebih banyak mengurusi frontliner perusahaan, umpamanya mencari pasokan minyak mentah. Sementara Agus yang didapuk sebagai chairman bertugas mengelola operasional perusahaan, khususnya perencanaan bisnis, strategi dan pemasaran minyak ke luar negeri.

Menurut Dewo, sebelum Agus bergabung, aset perusahaan milik Dewo saja masih Rp 4-5 miliar. Dengan masuknya Agus, terjadi perkawinan perusahaan dan lahir dua perusahaan baru dengan total aset US$ 1,5 juta. Selain di Jakarta, Djava Energy juga memiliki kantor cabang di Bojonegoro, Medan dan Singapura.Kalau dipilah, bisnis Djava Energy di hulu terdiri atas Natura dan Gas Petroluem. Di migas hilir meliputi Petrolube untuk oli, Petromine Jakarta untuk solar plus aspal, serta Petromine Singapore untuk perdagangan minyak mentah. Diakui Dewo, kontribusi pendapatan terbesar dari kelima perusahaan tadi disumbang penjualan minyak mentah di Singapura.

Mengapa? "Karena, nilai kontrak transaksi bisnisnya cukup gede," ujar lulusan MM Universitas Trisakti itu. Mayoritas lokasi sumber minyak yang digarap Djava Energy ada di Jawa Timur, yaitu lapangan Sukowati dan Mudi. "Rencananya, kami juga akan masuk ke Jawa Tengah dan Sumatera Selatan," ujar Dewo. Kini mereka menggarap sumur minyak di Lapangan Waleo, Papua, hasil kerja sama dengan Petrochina.

Pada saat awal menggerakkan roda bisnisnya, Dewo memang mengalami beberapa kendala. "Klien ragu apakah dua anak kecil seperti kami ini bisa membawa minyak senilai puluhan juta dolar. Jadi, memang sulit mendapatkan kepercayaan klien," ungkap Dewo lalu menyambung, klien perdana yang berhasil ditaklukkan adalah Pertamina.

Selain ketidakkepercayaan pembeli, mereka juga dihadapkan pada masalah yang datang dari pihak bank. Mengapa? "Kalau saya buka letter of credit senilai US$ 25 juta sekali transaksi, misalnya, pihak bank kerap meragukan kami. Mereka tanya apa benar kami punya duit segitu. Jadi, kami juga mesti dapat trust dari pihak bank," ungkapnya. Hambatan lainnya, ketika menjadi importir minyak, mereka sulit memasarkannya di dalam negeri.

Walaupun Djava Energy tergolong perusahaan baru di bisnis migas, omset yang dicetak membuat kita terbelalak. Asal tahu saja, omset setahun dari akhir 2005-06 tercatat US$ 59 juta dan 2007 ditargetkan US$ 200 juta. "Kami optimistis target itu akan tercapai. Sebab, sekarang saya sudah membukukan omset US$ 92 juta," kata Agus, lulusan Teknik Industri Universitas Trisakti. Tentu saja, omset sebesar itu diraih dari kepercayaan klien-kliennya, sebut saja: BP, Exxon, Unipack (Cina) dan Pertamina Trading Oil (Petra), sebagai pelanggan minyak mentahnya.

Bagaimana strategi pemasarannya?
Sejatinya, dikatakan Agus, pola pemasaran Djava Energy tidak ada yang istimewa. "Pokoknya, kami membuka akses ke segala arah pemasaran," katanya. "Biasanya yang ditanyakan calon buyer adalah benar atau tidak kami punya barang. Lalu, kami bisa komit nggak. Untuk membuktikan keraguan itu, tidak ada cara lain kecuali kami bekerja dengan profesionalisme tinggi."

Kendati membukukan omset tinggi, Dewo tak berharap bakal menangguk untung berlimpah. Maklum, menurutnya, margin bisnis migas tipis. "Untuk minyak mentah, nett margin 1%-1,5%.

Padahal, revenue terbesar tetap dari minyak mentah," ujarnya. Sementara itu, Natura yang berkontribusi 25%-30% ke pendapatan, nilai proyeknya kecil, US$ 4,7 juta/tahun. "Tapi, semua harus saya jalani, karena ini bisnis dari hulu ke hilir. Tujuannya, bila ada salah satu perusahaan yang bermasalah, kami tidak terpukul," ungkapnya lagi. Selain bisnis yang bergerak di migas, Dewo juga punya bisnis lain, di antaranya biro perjalanan umroh dan haji serta label musik.

Seperti jamaknya pebisnis, perjalanan Dewo-Agus pun tak luput dari suka dan duka. "Sukanya, kalau banyak dapat kontrak dari klien," kata Dewo. Dukanya? "Rupanya tidak semua perusahaan asing komit terhadap perjanjian yang dibuat. Bisa saja tiba-tiba kantor pusat PMA tadi membatalkan. Ini menyulitkan kami." Risiko rugi juga menjadi masalah biasa bagi Djava Energy.

Dewo mencontohkan, jika pihaknya punya komitmen beli minyak di harga A, tapi kemudian tiba-tiba harga minyak dunia turun di angka B. "Sekarang sulit memprediksi harga minyak karena banyak anomali. Misalnya, biasanya waktu musim dingin harga minyak naik, tapi faktanya beberapa waktu lalu tidak naik," katanya. Belum lagi risiko perubahan rumus Indonesia Growth Price Index yang dilakukan Departemen Energi & Sumber Daya Mineral.

Akibatnya, harga minyak Djava Energy bisa kemahalan atau anjlok.Kendati demikian, tak ada kebimbangan sedikit pun di hati Dewo-Agus untuk terus mengatrol perusahaannya di tengah kompetisi yang sengit dengan perusahaan lama yang telah eksis. "Karena punya komitmen dalam suka dan duka, kami siap menghadapi segala tantangan," ujar Dewo. Sejauh ini, ia mengaku, lebih banyak menjumpai orang yang hanya mau terima enaknya dengan perjanjian bisnis yang telah disepakati. Boleh jadi, itulah secuil rahasia suksesnya. "Aku ini bukan anak siapa-siapa. Bukan turunan orang kaya dan hanya modal dengkul dalam bisnis," ujarnya merendah. Dewo benar, ia membesut usahanya dari nol hingga sukses seperti sekarang.

Ucapan Agus memperkuat pernyataan Dewo. "Kami berkembang dengan jerih payah dan kerja keras sendiri. Bukan dari fasilitas atau dukungan kroni," katanya.Namun, langkah Dewo menginjakkan kaki di dunia perminyakan sudah diperhitungkan dengan matang. Ia terpincut masuk ke bisnis licin itu karena tiga hal. Pertama, dunia minyak termasuk industri yang paling tahan terhadap perubahan kondisi ekonomi di Indonesia dan bisnisnya berorientasi ekspor. Kedua, pemainnya kebanyakan perusahaan asing. Ketiga, sistem industri perminyakan sudah rapi. "Selain itu, produk turunan bisnis minyak itu banyak yang bisa dikembangkan. Ada solar, gas, bensin, dan sebagainya, sehingga saya percaya bisnis ini akan dapat bertahan lama," Dewo menjelaskan dengan mantap.

Ke depan, sederet rencana bisnis telah diagendakan Dewo-Agus. Tahun 2007 Djava Energy melakukan konsolidasi gas di Petromine Jakarta dan jika sudah mapan, tahun 2008 akan merambah trading gas seperti yang dilakukan Perusahaan Gas Negara. Bahkan, sejumlah klien baru juga diincar. "Untuk minyak mentah dalam negeri, kami ingin masuk ke Newmont, Inco dan PLN. Sebaliknya untuk menjadi importir, kami ingin menembus pasar negara-negara Timur Tengah, Eropa Timur dan Vietnam," ujar Dewo yang mengidolakan Arifin Panigoro.Baik Dewo maupun Agus berobsesi, kelak Djava Energy bisa besar seperti Medco. "Tapi barangkali sulit, ya. Soalnya, dulu support pemerintah terhadap pengusaha dalam negeri sangat kuat dan lebih jelas, misalnya Medco Arifin Panigoro tumbuh bersama Menteri Ginandjar Kartasamita kala Orde Baru. Sekarang, kami dari kalangan pemain bisnis energi hanya mengharapkan adanya kebijakan migas yang solid," ungkap Dewo.

Di mata klien Djava Energy, sosok pemilik ataupun kiprah bisnis perusahaan migas ini patut diacungi jempol. "Meski usia Djava Energy baru dua tahun lebih, kemajuannya sangat pesat. Perusahaan ini dipercaya sebagai distributor bahan bakar minyak yang komit terhadap ketersediaan supply dan ketepatan delivery," kata Eddy Haryono, Manajer Reservoir BP Migas, memuji. "Saya sarankan, nantinya Djava Energy bisa menjaga kondisi yang bagus ini. Apalagi, Djava Energy kan punya hubungan kerja dengan banyak kontraktor asing. Itu sulit jika kualitasnya tidak baik," Eddy menambahkan Edwyn Noor Lodayana. Direktur PT Wahana Griya Nata -- perusahaan rekanan Djava Energy dalam memasarkan solar Petronas di pasar Indonesia, mengungkapkan bahwa figur Dewo di tubuh Djava sangat kuat, ia juga pekerja keras dan pemimpin yang mau terjun langsung ke lapangan. "Hanya saja, figur Pak Dewo yang kuat itu belum merata diikuti level di bawahnya," Edwyn mengkritik.

Kehadiran Djava Energy di kancah bisnis migas direspons manajemen Medco secara positif. "Ini tren yang bagus karena sesuai dengan UU Migas Tahun 2001 untuk menanggulangi krisis ekonomi," ungkap Andy Karamoy, Sekretaris Korporat PT Medco Energi Internasional. Makin banyaknya perusahaan migas, baik itu kecil atau gede, Andy melanjutkan, justru bakal meningkatkan kecukupan persediaan energi nasional. "Jadi, bukan ancaman bagi kami. Apalagi, industri migas di Indonesia telah tumbuh ratusan tahun, sehingga sudah waktunya memiliki banyak perusahaan migas," tuturnya.

Pareto 80/20: Fokus & Memilih

kurang lebih begitu bu malna,
saya sedang belajar melakukan action kepada yang 20 (penting-pentingsaja) untuk menghasilkan yang 80 (paling penting).

contohnya apa?
saya mengerjakan sesuatu yang saya anggap benar2 sesuai dengan minat saya, saya memilih dan fokus serta intens menjalin hubungan yang benar-benar dekat dengan istri, keluarga, teman dekat, sahabat, dan salah satunya saya mendapatkan teman-teman yang dekat dihati di forum ini.

saya fokus kepada goal yang saya ingin-kan, bukan goal/mimpi orang lain, bukan juga pada sesuatu yang tidak saya inginkan.

sedikit mungkin saya tidak berhubungan dengan sesuatu atau seseorangyang tidak terlalu penting buat saya, kejam ga ya? :-)

faktanya? hidup kadang harus memilih!


"Lebih Sedikit, Menghasilkan Lebih Banyak"

@rd.


Re: [cikalmart] What Is The 80/20 Rule And Why It Will Change Your Life
Apakah saya bisa 'menerjemahkan' rule ini sebagai efisiensi, pak?

Klien saya yang pertama adalah sebuah divisi penagihan dari sebuah perusahaan leasing. Mengeluhkan tingkat bad debt atau tagihan yang tertunggak semakin meningkat.

Saya konsentrasikan pada efisiensi kerja divisi ini, yang menurut saya sangat tidak efisien. Walaupun komputer tidak 100% mampu mengatasi ini tapi saya yakin dengan program sederhana, bahkan sebuah spreadsheet, akan mampu mengorganisasi database debitur daripada tumpukan kertas dan kwitansi yang simpang siur dimeja setiap karyawannya.

Demikian juga dengan kolektor, yang meskipun dengan tenaga muda yang fresh, tapi tidak menguasai medan. Jadilah mereka hanya berputar-putar mencari alamat yang tiada kunjung ketemu.

Sarana komunikasi yang sebenarnya sederhana seperti telepon, malah jarang dimanfaatkan untuk membuat janji pertemuan debitur dengan kolektor. Akibatnya bisa dilihat, kolektor dan debitur bermain kucing-kucingan...

Salam manis dari Yogyakarta,

Malna R. Syarief

Pareto Style : Haruskah 80/20?

angka 80/20, atau 90/10 atau bahkan 95/5...itu fleksibel, sesuai dengan kondisi di lapangan...
prinsipnya dan esensinya tetap sama.

yg pasti yg perlu dilakukan adalah fokus terhadap yang sedikit untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak.

misalnya saja, ford terkenal karena industri mobil, thomas alva edison dengan lampu pijarnya, james watt dengan mesin uapnya, einstein dengan teori relativitas-nya, om anung dengan pupuk-nya, orang-orang hebat ini tidak banyak melakukan berbagai hal dalam satu rentang waktu, bahkan cenderung santai dan menikmati pekerjaan yang sedang dilakukan, bahkan bukan menjadi sebuah pekerjaan, hanya lah sebuah permainan yang mengasik-kan dan menyenang-kan.

@rd.
http://www.cikalmart.com
Retail is Detail
if you're not detail better step out from retail!

--- In Anak-Cilegon@yahoogroups.com, riszaldi@... wrote:
Kedepan angka 20% become 10% or 5% kah..?

2/14/07

Pareto 80/20 : Minimum Effort with a BIG Result


pareto 80/20: do the minimum effort with a BIG result.
In bahasa: Bekerja lebih sedikit, menghasilkan lebih banyak
its work! for me, for my family, and also for my business inIndonesia (http://www.cikalmart.com)
thanks to yaro, richard koch (i've read your book!), and also to alfredo pareto, sure!

Be happy & Enjoy Your Business,
Warm Regards from Indonesia,

ardi-cikalmart

Comment by ardicikalmart — February 15, 2007

#source:
http://www.entrepreneurs-journey.com

What Is The 80/20 Rule And Why It Will Change Your Life

2/6/07

Teori Tentang Kaya => was ah, Teori!

in cikalmart@yahoogroups.com ardicikalmart wrote:

Saya sedang ter'gila-gila' dengan teori dan konsep-nya pareto 80/20, saya sedang baca bukunya Richard Koch yang membahas hal ini.

siapa bilang banyak uang (kaya harta) menjadikan kita benar-benar kaya dalam artian sesungguhnya.

semakin dikejar-kejar bahagia dengan banyak uang (kaya harta), maka kebahagia-an yang sesungguhnya tidak pernah diperoleh, orang cenderung miskin waktu untuk sekedar bersenda gurau dengan anak dan istri di rumah, orang cenderung miskin amal untuk sekedar membantu keluarga dan tetangga terdekat, orang cenderung miskin empati untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun, atau berusaha untuk tidak meyinggung perasaan orang lain, orang cenderung miskin kejujuran, penuh kebohongan dan tipu daya hanya sekedar mendapatkan keuntungan yang tak seberapa banyak faedah-nya.

banyak dimensi kaya seperti abdullah gymnastiar bilang di bukunya saya tidak ingin kaya, saya harus kaya. seperti saya singgung sebelumnya.

maka saya canangkan untuk saya pribadi & keluarga, saya harus kaya waktu, kaya amal, kaya empati, kaya kejujuran, dan kaya lainnya yang tidak dapat diukur secara sciencetific & materialistik.


oalah, enaknya jadi orang kaya....
baca buku sambil minum kopi & pisang goreng, bersenda gurau dengan keluarga, dengan uang mengalir terus tanpa merasa kekurangan...

setuju om anung rey?, pakar masalah pendidikan & agribisnis...
p'zen mau menerapkan pareto 80/20 juga...:-)
bu malna, tinggal dirumah dipinggiran air terjun yang suejukkkk sambil melihat angka2 persen kebutuhan konsumsi beras...
sobat-ku nurcholis yang menikmati kota surabaya, (ada kabar dari sobat kita merlin, telah melahirkan seorang puteri 3.35 kg di rumah sakit krakatau steel cilegon)



Salam,
@rd.



in cikalmart@yahoogroups.com Malna Syarief wrote:
Anda mungkin sudah dan seharusnya juga mengakrabi instansi atau departemen yang terkait dengan bisnis Anda karena disitu biasanya tersedia data mutakhir dan bantuan untuk memajukan bisnis Anda.

Oke, misalnya saya sekarang sudah memegang data tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan beras dari Bulog, seperti parameter, variabel hingga beberapa kebijakan pemerintah di sektor pertanian dll. Sekarang tinggal mengolahnya dan memikirkan beberapa persamaan analisis dinamis.

Saya coba mulai dengan fungsi Cobb-Douglas dengan metode kuadrat terkecil karena saya pikir koefisien masing-masing peubah merupakan elastisitas dari peubah yang bersangkutan.

Kemudian saya pakai analisis keseimbangan Cobweb dengan menggunakan fungsi penawaran dan permintaan yang diperoleh dari pendugaan parameter Cobb-Douglas. Analisis Cobweb menerapkan prinsip keseimbangan pasar.

Yang terakhir saya akan analisis dampak jangka panjang dan jangka pendek kebijakan dengan formulasi matrik dari keseimbangan Cobweb.

Akhirnya saya mendapatkan informasi yang sangat berguna sebagai landasan bisnis saya. Misalnya kenaikan pendapatan perkapita 1% saja akan menaikan permintaan beras sehingga harga akan naik sebesar 1,67%. Atau saya bisa lihat kenaikan jumlah penduduk sebesar 1% juga akan menaikan permintaan dan harga beras naik 2,67%.

Yang menarik adalah pengaruh jangka panjang, jika harga pupuk naik 1% maka penawaran turun sebesar 0,03% dan kenaikan harga pupuk tersebut akan menaikkan harga beras sebesar 0,16%. Tampaklah bahwa kenaikan harga pupuk sebenarnya tidak begitu pengaruh besar terhadap produksi dan harga beras.

Saya akhirnya juga bisa menduga, misalnya kebijakan pemerintan saat menaikkan harga gabah sebesar 10% maka produksi akan meningkat 1,3%.

Nah, sekarang siapa yang bisa bilang teori tidak perlu?

Salam manis dari Yogyakarta,

Malna R. Syarief



in cikalmart@yahoogroups.com Malna Syarief wrote:
Ah, Teori! (Artikel 1)
Kadang-kadang ada yang berpikir apa, sih perlunya teori matematika, logika, statistika dll yang njelimet itu, toh nanti di dunia bisnis/kerja, praktiknya lah yang penting. Kita lalu malas-malasan mengikuti kelas teori.

Padahal untuk menjadi pebisnis handal, saat ini tidak hanya dengan mengandalkan insting, naluri, bakat atau keberuntungan saja tapi juga perlu landasan berpikir yang matang agar tidak tertinggal dengan yang lain.

Mungkin Anda pernah mendengar tentang supply atau demand? Misalnya, saat tingkat harga komoditi Anda naik, maka Anda akan menaikan jumlah komoditas jika Anda bertujuan untuk memaksimumkan keuntungan.

Saya kira dibangku sekolah Anda pernah mempelajarinya atau mungkin lupa? Benar, itu adalah teori supply dan merupakan teori ekonomi standar yaitu prinsip keuntungan maksimum!

Nah, itu baru satu saja teori yang terpakai, kan? Lalu bagaimana jika komoditi yang kita adalah komoditi dinamis seperti produk beras? Bagaimana Anda akan menganalisisnya menggunakan teori yang tersedia?

Dalam hal ini penawaran tidak hanya ditentukan oleh variabel ekonomi yang sama. Dalam sektor pertanian terdapat time lag antara pengambilan keputusan produksi dengan realisasi produksi, keputusan produksi harus dibuat satu periode sebelum realisasi penjualan.

Misalnya saya mengambil keputusan produksi saat ini berdasarkan harga pada saat ini. Tapi karena produk tidak terealisasi saat ini(menunggu panen dll) maka harga sekarang tidak mempengaruhi produksi tahun ini melainkan pada tahun berikutnya dan pada kenyataannya penawaran juga dipengaruhi oleh penawaran dan faktor produksi tahun sebelumnya.

Begitu juga dengan permintaan tahun ini ditentukan oleh permintaan tahun sebelumnya, harga padi tahun ini, pendapatan perkapita tahun ini serta jumlah penduduk tahun ini.

Bagaimana saya harus menganalisis ini semua? Tunggu sebentar, saya akan ke instansi terdekat, dalam hal ini Bulog untuk mendapatkan datanya...

Salam manis dari Yogyakarta,

Malna R. Syarief

Ah, Teori! (Artikel 1)

Kadang-kadang ada yang berpikir apa, sih perlunya teori matematika, logika, statistika dll yang njelimet itu, toh nanti di dunia bisnis/kerja, praktiknya lah yang penting. Kita lalu malas-malasan mengikuti kelas teori.

Padahal untuk menjadi pebisnis handal, saat ini tidak hanya dengan mengandalkan insting, naluri, bakat atau keberuntungan saja tapi juga perlu landasan berpikir yang matang agar tidak tertinggal dengan yang lain.

Mungkin Anda pernah mendengar tentang supply atau demand? Misalnya, saat tingkat harga komoditi Anda naik, maka Anda akan menaikan jumlah komoditas jika Anda bertujuan untuk memaksimumkan keuntungan.

Saya kira dibangku sekolah Anda pernah mempelajarinya atau mungkin lupa? Benar, itu adalah teori supply dan merupakan teori ekonomi standar yaitu prinsip keuntungan maksimum!

Nah, itu baru satu saja teori yang terpakai, kan? Lalu bagaimana jika komoditi yang kita adalah komoditi dinamis seperti produk beras? Bagaimana Anda akan menganalisisnya menggunakan teori yang tersedia?

Dalam hal ini penawaran tidak hanya ditentukan oleh variabel ekonomi yang sama. Dalam sektor pertanian terdapat time lag antara pengambilan keputusan produksi dengan realisasi produksi, keputusan produksi harus dibuat satu periode sebelum realisasi penjualan.

Misalnya saya mengambil keputusan produksi saat ini berdasarkan harga pada saat ini. Tapi karena produk tidak terealisasi saat ini(menunggu panen dll) maka harga sekarang tidak mempengaruhi produksi tahun ini melainkan pada tahun berikutnya dan pada kenyataannya penawaran juga dipengaruhi oleh penawaran dan faktor produksi tahun sebelumnya.

Begitu juga dengan permintaan tahun ini ditentukan oleh permintaan tahun sebelumnya, harga padi tahun ini, pendapatan perkapita tahun ini serta jumlah penduduk tahun ini.

Bagaimana saya harus menganalisis ini semua? Tunggu sebentar, saya akan ke instansi terdekat, dalam hal ini Bulog untuk mendapatkan datanya...

Salam manis dari Yogyakarta,

Malna R. Syarief

Info Franchise di Bandung

Berikut adalah tulisan p'FR, siapa tahu anda jadi lebih tahu tentang seluk beluk franchise.

Dalam memilih franchise saran saya adalah, anda mesti extra hati2 dalam memilih franchise, apakah sistem nya sudah berjalan denganbaik, punya pengalaman yang mumpuni, bukan usaha yang baru sajadibuka, belum memiliki sistem yang baik, sehingga proyeksi keuangan sebagaimana dijanjikan oleh pihak franchisor tdk dapat tercapai.

jangan mudah tergiur dengan 'proyeksi keuangan' pihak franchisor,lebih baik teliti terlebih dahulu, daripada susah dibelakangan hari.

Franchise adalah salahsatu investasi yang menurut saya dapatmemberikan keuntungan bagi kedua pihak seharusnya, buat anda yangingin mengaplikasikan konsep pareto 80/20, "melakukan lebih sedikit,lebih banyak menghasilkan"20% kerja 80% hasil, nah ini jadi salahsatu solusinya.

jadi gunakan modal uang, modal kerja, modal waktu dll anda sebesar20%, untuk menghasilkan 80% hasil kerja.

selamat mencoba.

Salam,


CikalMArt



FR wrote:

Tanggal 2 – 4 Februari yang baru lalu di Bandungberlangsung pameran Info Franchise Expo 2007. Saya menyempatkan hadir, sekalian ingin mengamati daridekat perkembangan dunia franchise di Indonesia saat ini.

Sebagai pameran bisnis yang target nya adalah calon pebisnis/investor, pameran sendiri berjalan denganbaik. Dari segi pengunjung tentu tidak bisa diharapkanseramai pameran buku atau pameran komputer. Namun menurut saya atensi pebisnis Bandung kali ini cukup baik. Dan potensi pebisnis di Bandung sebetulnya cukup dahsyat. Saya melihatnya dari angka-angka saja. Penduduk Bandung hanya sekitar 2.7 juta jiwa. Tapi tabungan nya banyak. Dari laporan Bank Indonesia tahunlalu, saya melihat penempatan dana pihak ketiga diperbankan Bandung yang mencapai sekitar Rp.72 T.Sebagian besar dalam bentuk deposito (45 T) dan sisanya tabungan. Dan ini sebagian besar adalah milikperorangan (hampir 70%), bukan institusional. Dapat dibayangkan betapa besar potensi dana yang masih"parkir" di Bandung. Memang, "orang kaya" Bandung tadimungkin konservatif. Namun franchise bisa menjadi cara yang tepat untuk memancing dana tadi masuk ke sektorbisnis.

Peserta pameran franchise kemaren juga cukup lengkap.Dari sektor makanan ada Jesslyn Cake, Bread Story,Kebab Turki Baba Rafi, Kebab Anya, Pisang Goreng PMan, Buana Burger, Andrew Crepes, Roti Maryam,C'lup-C'lup, Dobbi Burger hingga Es Krim Campina. Yang paling ramai peminatnya saya lihat adalah booth KebabTurki Baba Rafi. Mungkin terbantu oleh figure ownernya yang belakangan sedang ngetop. Yang lain juga sebenarnya tidak kalah potensial. Karena masing-masing booth menyediakan sample makanan, saya, istri dan anak saya yang kebetulan doyan makan semua, langsung mencoba satu persatu. Selain Kebab Turki yang memang mantap, saya lihat Roti Maryam yang enak dan unik(semacam roti cane) punya potensi besar. DisampingC'lup-C'lup sendiri yang membuat kami kaget, karena makanan tusuk ini ternyata lumayan digemari pengunjung.

Range nilai investasi di sektor makanan ini cukupbervariasi. Yang paling murah adalah Burger Buana yang hanya sekitar Rp. 2,5 juta. Kebab Turki Baba Rafi mematok range antara 40 juta (gerobak) hingga di atas100 juta (kafe). Yang lain, sekitar Rp.15 juta hinggaRp. 29 juta. Untuk model gerobak, saya perhitungkaninvestasi yang masuk akal adalah Rp. 15 – 17.5 juta. Andrew Crepes cukup berani dengan mematok hingga Rp.29juta. Investasi cukup tinggi pada franchise makananadalah untuk bakery, mengingat tempat yang lebih permanent dan eksklusif, dan nilai stock yang besar. Jesslyn Cake mematok Rp.200 – 600 juta, sementaraBread Story bahkan mencapai lebih dari Rp.1 milyar.Di sektor otomotif yang cukup menarik untuk dicermatiadalah AutoBridal. Bisnis salon mobil ini sebetulnyasaya yakin "gak ada matinya" karena trend kepemilikanmobil yang terus meningkat. Fee franchise yang Rp.75 –150 juta juga masih masuk akal. Hanya range totalinvestasi nya yang berkisar Rp.400 - 900 juta menurutsaya terlalu besar. Meskipun sekarang tersedia paketAutoBridal Ekspress dan Motor yang investasinya bisalebih murah. Autobridal juga terlihat aktif melakukaninovasi. Disaat snow wash sudah mulai umum, merekapunya menu cuci "es krim" yang warna-warni. Tapi apakah itu yang dibutuhkan para pemilik mobil? Jujur saja saya meragukan.

Untuk sektor retail, AlfaMart hadir menawarkan polainvestasi yang menurut saya sangat masuk akal.Investasi nya sekitar Rp.300 juta. Pemilik usaha sudah akan menerima sistem, perlengkapan dan supply barang.Royalti fee berjenjang tergantung omzet. Namun sayasangat tertarik dengan kehadiran K-24. Brand Apoteklokal yang kini sedang naik daun. K-24 ini cukupberani dengan konsep 24 jam nya. Investasi nya juga cukup tinggi, berkisar Rp. 500 juta. Pengalaman saya,margin obat sangat tipis. Sementara banyak item obatjuga sangat terbatas oleh waktu. Dengan bebanoperasional yang tinggi karena buka 24 jam, keberanian ini tentu menuntut kemampuan pengelolaan inventoryyang luar biasa baik untuk menjaga harga pokok penjualan serendah mungkin.

Ada juga franchise sandang seperti Edward Forrer(sepatu) dan Shafira (busana muslim). Kedua-dua nya memiliki nilai investasi yang berkisar Rp.500 juta.Kedua brand yang lahir di Bandung ini sama-sama dikenal memiliki kualitas yang bagus. Kedua-dua nya juga terkenal sebagai innovator di bidang nya. Namun produk Edward Forrer memiliki market yang lebih luas dengan price yang masuk akal di kelas nya. Sementara Shafira dengan price yang cukup tinggi, marketnya lebih sempit (middle up Moslem), yang dewasa ini memiliki pilihan yang sangat luas. Dengan investasi yang sama, pay back period Shafira mungkin akan lebihlama dibanding Edward Forrer.

Yang masuk watch list saya sebenarnya adalah bisnis berteknologi tinggi seperti Multiplus. Multiplus yang menawarkan one stop shopping keperluan office/bisnis ini harus diakui cukup diminati konsumen. Ini sebenarnya meneruskan kesuksesan berbagai pusat "fotocopy" atau solusi dokumen yang selalu laris di kotabesar. Apalagi dengan nilai plus yang demikian banyak,maka Multiplus sangat menjanjikan. Selain itu ada JavaNet yang menawarkan konsep internet café. Ini juga menarik, karena pengunjung tidak hanya disugihikoneksi internet, namun juga menu makanan layaknyacafé. Namun demikian, positioning nya menurut sayamenjadi tidak jelas. Pengunjung warnet dan pengunjungcafé adalah dua komunitas yang berbeda. Pengunjungwarnet atau game center adalah komunitas anak muda yang cuma butuh "minum teh botol" asal ada koneksi cepat dan murah. Sementara pengunjung café yang ingin makan dan minum, tidak butuh-butuh amat dengan koneksi internet. Kalaupun butuh koneski internet, sekarangbanyak café yang menyediakan koneksi wi-fi gratis.Apalagi, nilai investasi yang mencapai Rp.345 (gamecenter) hingga 700 juta (café), cukup besar. Ini berbeda dengan Wiz Game & Internet Center yang fokushanya pada game center. Market online gamers memangsangat menjanjikan, sehingga potensi nya besar. Meskipun investasi awal Wiz Game yang mencapai Rp.350jutaan menurut saya terlalu besar. Mendirikan onlinegame center itu barrier to entry nya rendah, sehingga kompetisi juga akan sangat ketat. Dengan dana yang sama, orang bisa mendirikan game center yang lebihkencang dan lengkap di sebelah game center Anda. Darigroup Java Net, ada peluang juga untuk menjadi outletMicronics – distributor PC Dell. Ini cukup menarik.Dell adalah PC branded yang akhir-akhir ini sangatkompetitif. Investasi nya juga dibawah Rp.200 juta.Selain itu saya tertarik dengan bidang Digital Imagingyang dewasa ini maju pesat. Layanan yang ditawarkanantara lain cetak pada mug, pin, t shirt, hingga photobox. Dimage menawarkan paket-paket investasi yang sangat beragam sehingga kita bisa merancang sendiri layanan apa yang cocok dengan lingkungan kita. Range investasi nya juga cukup ringan, dari Rp. 4 jutaanhingga puluhan juta. Dengan demikian investor mudah untuk memulai usaha dan menambah layanan sesuai perkembangan usaha.

Masih banyak lagi yang sebetulnya bisa di bahas. Disektor pendidikan hadir ILP, iTutor Net, Interkatif,dsb. Saya tertarik dengan Interaktif kursus komputeranak, yang menawarkan investasi franchise yang rendah(total investasi di bawah Rp.50 juta). Di sektor spaada Leha-Leha dan Nakamura. Leha-Leha menawarkan konsep yang lebih lengkap, mencakup spa dan klinik kecantikan. Sementara Nakamura hanya pijat refleksi.Investasi Nakamura yang mencapai Rp.250 juta menurutsaya terlalu tinggi untuk usaha pijat refleksi.Demikian sekilas info dari pameran franchise diBandung yang baru lalu. Semoga bermanfaat.(FR)