1/4/08

Reksadana => Cari Aman

salam kenal juga pak.

yang patut diperhatikan reksadana adalah salahsatu investasi dalam jangka
panjang.
dalam pandangan saya minimum 1 tahun.
maka perlu diperhatikan dalam jangka waktu tersebut, apakah fundamental
ekonomi cukup stabil dan tumbuh dalam waktu yang telah kita
tetapkan tersebut.

yang perlu diperhatikan kita perlu tahu 'timing' yang tepat dan perlu 'time'
yang cukup agar investasi tersebut aman dan menguntungkan buat kita.

jangan mudah panik dalam melihat sebuah penurunan di satu bulan tertentu,
selama fundamental ekonomi secara makro masih stabil, ini siftanya hanya
sementara saja sebelum akan up kembali.
untuk anda yang progresif, reksadana saham dapat menjadi pilihan, dalam
kurun waktu satu tahun persentase keuntungannya masih jauh lebih besar
daripada bunga bank / bagi hasil syariah bahkan bunga deposito.

2006 dan 2007 adalah masa-masa keemasan bagi pasar modal di Indonesia,
reksadana saham rata-rata tumbuh lebih dari 50% per tahun.
2008 saya prediksi masih akan terus tumbuh, sebelum ada kemungkinan
penurunan sedikit pada saat memasuki 2009 dimana pagelaran politik akbar di
negeri ini akan diselenggarakan. Penurunan bisa saja akan tajam begitu
konstelasi politik di Indonesia makin memanas, ada baiknya bersiap untuk
menarik investasi reksadana yang telah kita tanam mulai 2008 ini.

Kondisi pasar seperti ini umumnya tidak panjang kecuali krisis moneter cukup
parah di 97/98. Tapi tahukah anda, banyak orang kaya baru sejak krisis
moneter ini berakhir. Ketika pasar turun dan ada kecenderungan naik, inilah
saat yang tepat untuk berinvestasi di saham.

Selain saham, di reksadana terdapat pilihan sebagai berikut:
-reksadana campuran, campuran antara saham dan obligasi.
persentasenya tergantung Manajer Investasi (MI)nya. salahsatu
contoh: maksimum saham 40% sisanya obligasi. Silahkan lihat diprospektus di
masing-masing MI.(coba cari dengan search engine prospektus schroder,
prospektus manulife, dll)

-reksadana pendapatan tetap. Jangan 'terjebak' dengan kata-kata pendapatan
tetap, sebenarnya MI mengalokasikan sebagian besar ke obligasi negara,
dengan asumsi investasi tersebut 'dijamin' langsung oleh pemerintah/negara.
obligasi erat kaitannya dengan suku bunga bank indonesia, suku bunga yang
rendah akan menaikkan besarnya keuntungan investasi kita, namun sebaliknya
suku bunga yang tinggi akan mengurangi keuntungan yang akan diperoleh.
reksadana ini berbanding terbalik dengan deposito, deposito memiliki bagi
hasil besar jika suku bunga bank indonesia naik. suku bunga bank indonesia
sekarang 8%, umumnya kenaikan suku bunga dipengaruhi oleh inflasi, peredaran
uang yang over dipasar dll (maaf, saya bukan "pakar ekonom", sekedar
menyampaikan apa yang saya tahu, bisa jadi salah juga, silahkan dikritik :-)
). Jadi, tidak ada investasi yang benar-benar 'aman', semua mengandung
resiko, bahkan tabungan atau deposito kita di Bank hanya di 'jamin' oleh
pemerintah sampai dengan 100 juta saja.

Kenali resikonya, maka Insya Allah Investasi Anda bisa benar-benar Aman.

Sekilas hasil investasi reksadana 2007:
saya ambil contoh manulife,
reksadana saham tumbuh 59% per tahun
reksadana campuran tumbuh 34.45% per tahun
reksadana pendapatan tetap 7% per tahun

Semua mengandung resiko tersendiri, silahkan pilih yang menurut anda cocok
sesuai dengan pengetahuan pada masing-masing pilihan tersebut.

Ini tips sederhananya dari saya:
-mulai dari yang kecil (bisa dimulai hanya dengan 100 ribu !)
-belajar untuk mengenal semua instrument-instrument investasi yang ada di
market.
-pilihlah investasi reksadana kepada MI-nya langsung, tidak perlu melalui
agen. Bank-bank seperti BCA, Mandiri, Commonwealth dll umumnya sebagai agen
perantara antar investor dengan MI. Setiap Service yang diberikan tentu saja
punya cost yang harus dibayar, makin lengkap service-nya tentu saja makin
besar cost yang harus dibayar (no free lunch in business). di Commonwealth
kabarnya bisa melihat status reksadana yang kita miliki via Internet
Banking, saya belum tahu bank yang lain. Bank Mandiri tidak punya fasilitas
ini, BCA saya belum tahu.
Seperti umumnya seorang agen, yang memiliki 'target marketing' sendiri,
umumnya mengenakan minimum reksadana diatas 50 juta, saya sudah cek ke
Mandiri, mereka punya produk minimum 200 juta, 100 juta ke deposito sisanya
ke reksadana (schroder). saya belum cek yang lain. minimum penyertaaan dana
di reksadana ini memang tergantung kebijakan masing-masing MI-nya, coba
lihat di masing-masing prospektus reksadananya.
Dimanulife confirm anda bisa memulai nya hanya dari 100 ribu perak.
Silahkan cek ke reksadana lainnya (lihat di posting sebelumnya, daftar
peringkat 10 besar terbaik reksadana 2006 dan 2007). Tolong infokan kembali
juga kesaya ya, hasil pengecekan langsung ke masing-masing MI tersebut,
saya perlu juga mengetahui alternatif-aternatif lainnya.

Kalau perlu kontak person MI-nya, saya nanti bisa kasih infonya per SMS
(085920118306).


Selamat Berinvestasi.


Salam,
www.cikalmart.com




2008/1/2, Bapak A :
Salam kenal,

Saya tertarik untuk mulai invest di reksadana ,tapi saya tidak tahu jalur
memulainya,dan reksadana jenis apa yang aman bagi pemula.

Terima kasih

1 Comments:

Anonymous www.inmobiliaria.cn said...

So, I do not really imagine this is likely to have success.

1:01 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home