7/25/07

Mengapa bisa TERJADI? Kita yang Putuskan!

Saya turut prihatin dan berdoa semoga bapak bisa mengembalikan
kondisi ke arah yang lebih BAIK.

Singkat saja dari saya, coba mulai lagi saja dari yang sudah ADA,
perlu di GALI dan selalu di KAJI apa yang menjadi sumber KEKUATAN
kita sebenarnya, justeru peristiwa atau kondisi yang sangat TERPURUK
bisa menjadi sumber KEKUATAN yang lebih BESAR, jika kita mampu
bersikap dan berjiwa BESAR bahwa kita telah melakukan KESALAHAN yang
BESAR yang disebabkan oleh Tindakan Kita Sendiri bukan karena ORANG
LAIN.

Kita termasuk saya, pasti pernah mengambil KEPUTUSAN yang "SALAH",
sebenarnya tidak ada yang benar-benar "SALAH", keputusan "SALAH" pun
bisa berakibat sangat BAIK jika kita mau Belajar dari KESALAHAN kita
dalam mengambil sebuah KEPUTUSAN.

Biar saja Masa Lalu dilewati, tak perlu risau dan gundah, karena
sesungguhnya masa lalu hanyalah "sebuah LELUCON" yang sangat Lucu
untuk diceritakan kepada anak cucu kelak di kemudian hari, bersabar
dan pasrahlah pada sang khalik (ini pesan buat saya pribadi juga -
red), karena sesungguhnya Hidupku, Ibadahku dan Matiku hanya untuk
Alloh SWT semata.


Semoga Alloh SWT senantiasa bersama bapak dan keluarga.

Salam,@rd.
ps:
1. Jangan gunakan MIMPI orang lain untuk HIDUP kita sendiri.
2. Fokus pada KEKUATAN siasati Kelemahan!
3. Jangan hanya ikuti ARUS, Ciptakan ARUS-MU Sendiri!
4. Bersabar dalam Bermimpi dan Berusaha, Keputusan pasti bukan
hak kita. Sesungguhnya Sang MAHA Pengaturlah yang berhak atas apa-apa
yang terjadi.
5. Setiap Jengkal adalah ASET! bersilaturahmilah dengan hati
bersih dan bersedekahlah dengan hati yang ikhlas.



ardicikalmart.
Skype: cikalmart2020
Email: info@cikalmart.com
Mobile: 08881207190
http://www.cikalmart.blogspot.com
Blog Forum Komunitas Ritel & Usaha di Rumah CikalMArt
*Abah Rama: Fokus dgn Kekuatan Siasati Kelemahan!
*Anungrey's Law: Setiap Jengkal adalah ASET!
*@rd CikalMart: Jangan hanya ikuti ARUS, Ciptakan ARUS-MU sendiri!


Butuh pupuk? (rekomendasi ardicikalmart):
http://www.rumahagrobisnis.bravehost.com/brg/DEPAN.HTM
Hub: Pak Anung Rey di 0811122045
Butuh biofir? (rekomendasi ardicikalmart):
http://www.biofir-shop.com/
Hub: Pak Heru di 021-7872033
Butuh Konsultan Rumah/Bangunan?(rekomendasi ardicikalmart):
http://fullcreativity.blogspot.com/
Hubungi: Pak Fauzi (Email: fauzi@plant.mkdgroup.com)
Butuh Beras? (rekomendasi ardicikalmart):
Hub: Ibu Malna (Email: malna@nanaberas.com)
http://www.nanaberas.com


==============================================================
Ingin Usaha Pulsa Elektrik? Lihat di http://www.cikalmart.comGrosir Pulsa Elektrik, Deposit Pulsa Elektrik, Chip M-Kios
hanya di CikalMArt
Belanja Lebih Dekat, Lebih Menyenangkan
Customer Service: (0254) 399767
Email: info@cikalmart.com
==============================================================
Dapatkan Info Usaha, Peluang Usaha, Kiat Usaha, Inspirasi Usaha di milist komunitas CikalMart : cikalmart@yahoogroups.com

someone wrote:

Tak kusangka akhirnya menjadi begini. Hutang menumpuk dimana-mana, asset nyaris habis tak bersisa, sementara cash-in atau pemasukan tetap yang masuk ke pundi-pundi pribadiku semakin tidak jelas. Mungkin kisah ini bisa menjadi cerminan bagi siapa saja yang akan melangkah menuju sesuatu yang diharapkan akan lebih baik namun kenyataan sebaliknyalah yang terjadi…

Kisah memilukan ini berawal dari keputusanku untuk melepas karir yang kubangun bertahun-tahun dan segera bergerak menuju usaha mandiri yang kudirikan bersama seorang rekan yang ( tadinya kuharap ) bisa diajak kerjasama. Sadar akan usaha pribadiku yang belum bisa diharapkan untuk bisa menjadi pengganti gaji bulananku selama ini, maka aku bergantung pada usaha bersama seorang rekan untuk dapat kujadikan sandaran hidup. Track record-nya bagus, cash flow usaha-nya oke, jadi intinya aku tinggal jalan saja. Saat itu aku cukup lega, pada akhirnya aku bisa menemukan seorang partner yang kuharap dapat diajak kerjasama selamanya dan itu artinya aku mempunyai waktu yang lebih luang untuk tetap mengembangkan bisnis pribadiku selama ini yakni usaha kios kecil di kawasan Jakarta Pusat, juga bersama tim. Kurasakan saat itu, bahwa impianku akan semakin dekat untuk menjadi seorang independen yang tak lagi dibatasi waktu kerja dan rutinitas yang membosankan, karena kini aku mempunyai waktu yang lebih luang dibanding sebelumnya ketika masih menjadi orang gajian. Dana cadangan untuk biaya hidup, usaha dan lainnya pun telah kupersiapkan untuk beberapa bulan kedepan. Oya, sebagai informasi, aku membentuk usaha event organizer dengan target market adalah para pelaku usaha UMKM. Sebuah bidang yang tak asing bagiku dengan bidikan market yang juga sudah familiar dalam aktivitas keseharianku, dimana akupun termasuk pelaku usaha UMKM. Awal-awal kerjasama, semua terasa lancar dan relative tidak ada kendala berarti. Bahkan aku semakin yakin bahwa ini akan berjalan baik seterusnya dan tentunya memberikan penghasilan beberapa kali lipat lebih besar dibanding yang pernah kuterima sebelumnya. Namun ternyata kenyataan berbicara lain…

Seiring berjalannya waktu, perlahan namun pasti kurasakan sepertinya kerjasama ini tidak bisa diteruskan lagi. Pasalnya, semakin hari partner usahaku tersebut semakin tidak jelas kemana arahnya. Dus, dia juga tidak lagi komitmen terhadap jadwal-jadwal training dan seminar yang telah dijadwalkan sebelumnya ( bahkan kami sudah membuatnya dalam beberapa tahun kedepan ). Alhasil, kerjasama ini berjalan ditempat dan tak lagi bisa kuharapkan untuk dapat diteruskan. Sementara itu, kutengok perkembangan usaha pribadiku. Idem ditto. Nyaris tak bergerak, bahkan semakin hari biaya operasional yang harus kutanggung semakin membesar. Terlebih status kios yang kami tempati juga tidak jelas kepemilikannya dan sewaktu-waktu kamipun harus hengkang dari situ. Sadar dengan kondisi itu, maka kuputuskan untuk segera hengkang dari kios tersebut sebelum segala sesuatu yang lebih buruk terjadi. Lemas rasanya mendapati kenyataan seperti ini. Kondisi usaha pribadi yang kuharapkan dapat semakin membaik, hal sebaliknya malah terjadi. Bahkan jauh lebih terpuruk sedemikian hingga meninggalkan setumpuk tagihan yang harus kulunasi setiap bulan.

Parahnya, kerjasamaku dengan seorang partner yang kuceritakan tadi juga setali tiga uang. Tak lagi menghasilkan cash flow yang positif yang minimal bisa mendongkrak keterpurukan usaha pribadiku. Dan semua ini terjadi justru disaat aku tidak lagi bekerja, dimana gaji bulananku yang selama ini bisa menjadi asset berharga tidak lagi berjalan. Ya, Allah mengapa bisa menjadi begini ? Pada titik ini, baru aku tersadar bahwa aku telah lalai dan terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Mungkin kondisi ini tidak akan sedemikian terpuruk jika aku tidak buru-buru melepas satu-satunya asset berharga yang kumiliki saat itu, yakni gaji bulanan yang menjadi penopang hidupku selama ini. Aku kurang cermat dan terkesan tidak sabar untuk segera beralih status – bahasa kerennya : pindah kwadran – menuju seorang independent dan bukan lagi pekerja. Haruskan kusalahkan mereka-mereka yang terus menerus memotivasiku untuk segera action dan ambil keputusan agar segera berwirausaha mandiri namun kenyataannya seperti ini ? haruskah kutinggalkan komunitas-komunitas pewirausaha yang senantiasa memberikan energi positif dalam pengembangan kepribadianku hanya karena aku merasa telah gagal melangkah ? Kusadar, kegagalan dalam berbisnis merupakan hal yang wajar dan lumrah. Namun, kali ini kegagalan itu terasa getir dan menyakitkan karena dimana nyaris aku telah kehilangan segalanya. Bahkan asset berharga aku satu-satunya pun turut terhempas, demi menuruti sebuah impian menuju financial independent. Bahkan kegagalan ini meninggalkan 'warisan' berupa setumpuk hutang yang harus dilunasi setiap bulan. Setidaknya 50 juta rupiah total kewajibanku kepada pihak ketiga yang harus kulunasi dalam jangka tiga tahun dari sekarang. Kini aku hanya bisa berucap dan berdoa, " Ya Allah jangan bebankan kepada kami beban yang kami tidak sanggup memikulnya…"

Bagaimana tidak, disaat hutang bertumpuk dimana-mana, nyaris tak ada satu pun asset dari kami yang bisa digadaikan atau dijual. Kegagalan ini menggiring kami jatuh kedalam kubangan jurang yang sangat dalam. Bahkan sekarang biaya hidup kami ditopang dari hasil hutangan limit kartu kredit yang tersisa yang tak terbayang oleh kami bagaimana cara membayarnya kelak. Astaghfirullah…Satu-satunya asset yang kami miliki saat ini adalah kemauan dan tekad yang keras untuk segera bangkit dari keterpurukan ini. Dengan sisa tenaga dan kemampuan yang ada, terseok dan tertatih kami coba kumpulkan lagi puing-puing keruntuhan usaha kami. Lalu kami evaluasi dan renungi secara mendalam, kesalahan terbesar apa yang telah kami lakukan hingga menjadi seperti ini. Kami sadar diperlukan waktu yang sangat panjang untuk mengembalikan kondisi seperti sediakala. Bahkan kami harus memulainya kembali dari 'titik minus' dimana hutang dan kewajiban yang harus kami bayar setiap bulan plus asset yang nyaris tidak bersisa, hingga itu menjadikan langkah kami terasa semakin berat. Namun insyaAllah, dengan berbekal tekad dan keinginan yang kuat untuk segera bangkit dan membenahi ini semua, kami yakin akan mampu melewati itu. Walau sampai detik inipun kami tak tahu dengan cara apa kami bisa membalikkan keadaan seperti sediakala. Intinya sekarang kami ingin mengalir saja, yang penting survive dulu. Kami yakin bahwa Allah pasti akan memudahkan jalan bagi hamba-Nya yang tengah berusaha untuk menyibak tabir rejeki-Nya.

Demikian sepenggal episode dalam perjalanan hidupku. Aku berharap bagi siapa saja yang membaca postingan ini dapat mengambil sekecil apapun hikmah dari kisah getir ini.

Lewat media ini, aku hanya ingin berbagi dan berharap semoga ini bisa menjadi cerminan bagi siapa saja yang ingin melangkah agar lebih berhati-hati.

Dan ditengah kondisi yang sudah sangat terjepit ini, kami hanya bisa bermohon kepada-Nya, dalam untaian doa yang kami panjatkan setiap malam : " Ya Allah tunjukkan dengan kuasa-Mu siapa diantara berjuta-juta makhluk-Mu yang dapat membantu mengangkatku dari keterpurukan seperti saat ini…"

-Dituturkan Oleh :
Seseorang yang tengah terjepit-
Juli 2007

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Incredible! This blog looks just like my old
one! It's on a entirely different topic but it has pretty much the same page
layout and design. Superb choice of colors!

Also visit my site search engine optimisation ireland

12:17 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home